oleh

Kolaborasi Dinas Kominfotik Gelar Webinar Hari Hak Untuk Tahu Sedunia

Komisi Informasi (KI) Provinsi DKI Jakarta menyambut baik kolaborasi dan sinergi Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) Provinsi DKI Jakarta menggelar Webinar Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Jilid#4 dengan tajuk “Hak Untuk Tahu (Right To Know), Kenali Hak dan Kewajiban Badan Publik Dalam Keterbukaan Informasi Publik” pada Kamis (29/9).

Kegiatan ini merupakan rangkaian momentum Right To Know Day (RTKD) atau Hari Hak Untuk Tahu Sedunia yang diperingati setiap 28 September.

Lebih dari 60 negara demokrasi di dunia menggagas perayaan itu. Deklarasinya untuk kali pertama di Sofia, Bulgaria, pada 28 September 2002. Di Indonesia, Hari Hak Untuk Tahu Sedunia mulai diperingati pada 2011.

Wakil Ketua KI DKI, Nelvia Gustina mengatakan, jika seluruh badan publik informatif, akan muncul tata kelola yang baik yang menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat, khususnya Jakarta.

Baca Juga  Ulama 212 Apresiasi KSAD Dudung Fokus Bangun Kecintaan Rakyat terhadap TNI

“KI DKI merayakan Hari Hak Untuk Tahu bersama Dinas Kominfotik DKI dan seluruh masyarakat Jakarta. Kemarin mengadakan peringatan khusus di kampus. Dan momentum webinar ini semoga memberikan pencerahan untuk terus transparan dalam mengelola kebijakan publik,” ujar Nelvi, Jumat (30/9).

Sementara itu, Kepala Bidang Informasi Publik Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) DKI Jakarta, Raides Aryanto, mewakili Plt Kepala Diskominfotik DKI mengatakan, Hari Hak Untuk Tahu hari sedunia merupakan momentum bagi seluruh badan publik untuk meningkatkan komitmen dalam memberikan pelayanan informasi yang berkualitas, sehingga aksesibilitas informasi dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah meningkat.

“Peringatan ini menjadi kesempatan yang baik bagi masyarakat untuk menggunakan hak atas informasi publik,” katanya.

Perlu diketahui, RTKD merupakan puncak peringatan momentum kesadaran masyarakat atas hak dan kebebasan dalam mengakses informasi publik. Momentum bagi badan publik untuk membuka diri dengan menjalankan kewajiban memberikan informasi publik. Juga sarana mempromosikan kembali informasi data pemerintah dengan cara yang efektif dan menarik.

Baca Juga  Usai puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina) serta rangkaian ibadah lainnya, Jemaah haji yang tergabung dalam gelombang pertama secara berangsur – angsur akan dipulangkan ke tanah air. Kepulangan Jemaah haji gelombang pertama melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah mulai tanggal 4 Juli 2023. Kepala Biro Kesra Drs. H. Zulkifli Syukur yang juga Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Haji Antara (EHA) Riau mengatakan untuk kepulangan Jemaah haji Riau telah mempersiapkan transportasi jemaah dari Hang Nadim Batam menuju Pekanbaru. “Sebagaimana keberangkatan, Pemerintah Provinsi Riau telah mempersiapkan transportasi Jemaah haji mulai dari Hang Nadim Batam sampai ke Embarkasi Haji Antara Riau. Dengan menggunakan pesawat carteran Lion Air, Jemaah haji Riau akan diterbangkan dengan dua kali penerbangan,”ujarnya, Senin (3/7/2023). Lebih lanjut Zulkifli juga mengatakan sesampainya di bandara Sultan Syarif Kasim Pekanbaru Jemaah akan di jemput menggunakan armada bus untuk dibawa ke Asrama Haji Antara. “setibanya di Pekanbaru, Jemaah akan diangkut menggunakan armada bus yang telah disediakan Pemerintah Provinsi Riau. Jemaah akan di bawa ke EHA untuk selanjutnya dilakukan prosesi penerimaan oleh PPIH di Aula kedatangan,"tambahnya, Kemudian, Setelah selesai prosesi penerimaan Jemaah akan menjadi tanggung jawab PPIH daerah untuk kembali ke daerah masing – masing. Meskipun begitu PPIH EHA akan membantu proses kembalinya Jemaah ke daerah masing – masing. Sementara itu,Pelaksana harian (Plh) Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Riau, Muliardi menyambaikan bahwa untuk Jemaah haji kloter 2 asal Kota Pekanbaru akan dipulangkan pertama pada tanggal 5 Juli 2023 dengan maskapai Lion Air. Diperkirakan akan sampai di Asrama Haji Pekanbaru pada pukul 10.55 WIB. Lalu disusul dengan kepulangan jemaah haji kloter 4 (Kabupaten Kampar) pada 6 Juli, kloter 6 (Indragiri Hilir) dan kloter 7 (Kampar) pada 7 Juli, kloter 8 (Rokan Hilir dan Pekanbaru) dan Kloter 9 (Pekanbaru) pada 8 Juli, Kloter 10 (Bengkalis) pada 9 Juli. Kemudian kloter 11 (Pelalawan) pada 10 Juli, kloter 12 (Rokan Hulu) pada 11 Juli, Kloter 13 (Kuantan Singingi dan Dumai) pada 13 Juli, Kloter 14 (Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir) pada 14 Juli, Kloter 15 (Siak dan Kuantan Singingi) pada 15 Juli, Kloter 16 (Indragiri Hilir dan Pekanbaru) pada 16 Juli. “Terakhir, kloter 32 dan 33 asal Pekanbaru, Indragiri Hilir dan Kampar akan dipulangkan ke tanah air pada 3 Agustus 2023,” tutupnya.

Narasumber Dirjen IKP Kominfo RI, Usman Kansong menekankan UU 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) sebagai kebijakan komunikasi, menjamin hak warga negara. Transparansi akan membangun kepercayaan serta kekhawatiran terhadap disinformasi meningkat. Terutama kewajiban pengendali data pribadi melalui UU PDP yang saat ini sudah dapat diakses. Ada tuntutan keterbukaan informasi tetapi di sisi lain ada tuntutan untuk melindungi data pribadi.

“Peluang kebijakan pemerintah yang bisa disinergikan di BP, yang pertama memperkuat penyelenggaraan pemerintah berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Kedua menghasilkan data yang akurat, mutakhir, terpadu dan akuntable, memperkuat bagi pakai data antar instansi. Ketiga sistem pengaduan pelayanan publik berbasis elektronik, mengelola aspirasi publik saluran bagi permintaan informasi publik,” katanya.

Baca Juga  Wapres Ma’ruf Amin Resmikan Halal Industry Event 2022

Kegiatan kontinuitas edukasi dan sosialisasi upaya mengimplementasikan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang KIP mendorong partisipasi aktif masyarakat untuk mengetahui informasi publik.

Adapun nilai-nilai yang diusung dalam hari Hak Untuk Tahu Sedunia, adalah (1) Akses informasi adalah hak setiap orang; (2) Informasi yang dirahasiakan adalah pengecualian; dan (3) Hak Untuk tahu diaplikasikan di semua lembaga publik; semua permintaan menjadi cepat, sederhana dan tanpa biaya.

Webinar tersebut dihadiri 300 orang lebih dari segenap elemen badan publik dan masyarakat dengan narasumber Usman Kansong (Dirjen IKP Kominfo RI), Harry Ara Hutabarat (Ketua KI DKI Jakarta), Henri Subagiyo (Pakar Keterbukaan Informasi Publik sekaligus Peneliti Senior ICEL) dan dipandu moderator Reza Ramadhansyah (News Presenter Liputan 6 SCTV). (*/cr1)

 

News Feed