oleh

Stop Stigmatisasi dan Diskriminasi kepada Orang Dengan HIV dan AIDS

Sin.co.id-Kondisi HIV dan AIDS kerap menjadi dilematis untuk ditangani, sebab tidak sedikit Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) tertutup karena menganggap penyakitnya aib ditengah masyarakat

Terkait hal itu, stigma dan diskriminasi terhadap ODHA harus dihentikan, karena mereka yang terinveksi virus menular ini juga berhak mendapatkan kehidupan yang aman dan tenang.

Begitu yang disampaikan Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Edy Natar Nasution yang juga selaku Ketua Pelaksana Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Riau saat membuka kegiatan Refreshing SDM Dokter Layanan Care Support Treatment (CST) di Hotel Grand Central Pekanbaru, Senin (19/6/2023).

Adanya kegiatan Refreshing SDM Dokter Layanan Care Support Treatment (CST), diharapkan lebih meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada ODHA, serta Edy Nasution juga mengharapkan  dokter di Provinsi Riau dapat terlibat secara aktif dengan memberikan layanan yang baik kepada setiap pasien tanpa adanya penolakan, stigma dan diskriminasi.

Baca Juga  PNM Jamin Akses Pendanaan Sambut Holding BUMN Usaha Mikro (UMi)

“Kondisi HIV/AIDS kerap dilematis untuk ditangani, karena (ODHA) sering sekali tertutup dan penyakit ini dianggap aib di tengah masyarakat, sehingga seringkali orang-orang yang terpapar itu tidak akan ingin membukakan dirinya secara terbuka,” jelas Wagubri.

Penanggulangan HIV/AIDS, kata Edy Nasution, tidak bisa dibenankan hanya kepada Dinas Kesehatan dan rumah sakit saja, sebab HIV/AIDS sangat dipengaruhi oleh perilaku, budaya, kultur sosial dan lingkungan.

Baca Juga  Usai puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina) serta rangkaian ibadah lainnya, Jemaah haji yang tergabung dalam gelombang pertama secara berangsur – angsur akan dipulangkan ke tanah air. Kepulangan Jemaah haji gelombang pertama melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah mulai tanggal 4 Juli 2023. Kepala Biro Kesra Drs. H. Zulkifli Syukur yang juga Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Haji Antara (EHA) Riau mengatakan untuk kepulangan Jemaah haji Riau telah mempersiapkan transportasi jemaah dari Hang Nadim Batam menuju Pekanbaru. “Sebagaimana keberangkatan, Pemerintah Provinsi Riau telah mempersiapkan transportasi Jemaah haji mulai dari Hang Nadim Batam sampai ke Embarkasi Haji Antara Riau. Dengan menggunakan pesawat carteran Lion Air, Jemaah haji Riau akan diterbangkan dengan dua kali penerbangan,”ujarnya, Senin (3/7/2023). Lebih lanjut Zulkifli juga mengatakan sesampainya di bandara Sultan Syarif Kasim Pekanbaru Jemaah akan di jemput menggunakan armada bus untuk dibawa ke Asrama Haji Antara. “setibanya di Pekanbaru, Jemaah akan diangkut menggunakan armada bus yang telah disediakan Pemerintah Provinsi Riau. Jemaah akan di bawa ke EHA untuk selanjutnya dilakukan prosesi penerimaan oleh PPIH di Aula kedatangan,"tambahnya, Kemudian, Setelah selesai prosesi penerimaan Jemaah akan menjadi tanggung jawab PPIH daerah untuk kembali ke daerah masing – masing. Meskipun begitu PPIH EHA akan membantu proses kembalinya Jemaah ke daerah masing – masing. Sementara itu,Pelaksana harian (Plh) Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Riau, Muliardi menyambaikan bahwa untuk Jemaah haji kloter 2 asal Kota Pekanbaru akan dipulangkan pertama pada tanggal 5 Juli 2023 dengan maskapai Lion Air. Diperkirakan akan sampai di Asrama Haji Pekanbaru pada pukul 10.55 WIB. Lalu disusul dengan kepulangan jemaah haji kloter 4 (Kabupaten Kampar) pada 6 Juli, kloter 6 (Indragiri Hilir) dan kloter 7 (Kampar) pada 7 Juli, kloter 8 (Rokan Hilir dan Pekanbaru) dan Kloter 9 (Pekanbaru) pada 8 Juli, Kloter 10 (Bengkalis) pada 9 Juli. Kemudian kloter 11 (Pelalawan) pada 10 Juli, kloter 12 (Rokan Hulu) pada 11 Juli, Kloter 13 (Kuantan Singingi dan Dumai) pada 13 Juli, Kloter 14 (Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir) pada 14 Juli, Kloter 15 (Siak dan Kuantan Singingi) pada 15 Juli, Kloter 16 (Indragiri Hilir dan Pekanbaru) pada 16 Juli. “Terakhir, kloter 32 dan 33 asal Pekanbaru, Indragiri Hilir dan Kampar akan dipulangkan ke tanah air pada 3 Agustus 2023,” tutupnya.

Oleh karena itu, upaya penanggulangan HIV/AIDS dilakukan secara sistemik dan terpadu, mulai dari peningkatan perilaku hidup sehat, pencegahan penyakit, perawatan dukungan pengobatan bagi ODHA dan orang-orang yang terdampak HIV/AIDS.

“Penanggulangan HIV/AIDS harus dilakukan oleh masyarakat sipil dan pemerintah secara bersama-sama, berdasarkan prinsip kemitraan. Mari kita menyatukan tekad bersama untuk menanggulangi HIV/AIDS di provinsi Riau sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing secara bersinergi dan bahu-membahu dalam mencapai standar layanan minimal sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 2 tahun 2018 dan terwujudnya masyarakat Riau yang sehat dan produktif,” pungkas wagubri.

Baca Juga  Kecam Parodi Lagu Indonesia Raya, LaNyalla: Menginjak-injak Kehormatan RI!

Diinformasikan, HIV bisa tertular melalui hubungan seks berganti-ganti pasangan, penerimaan trnasfusi darah yang mengandung HIV, penggunaan alat suntik secara bergantian (bekas pakai atau tidak steril), serta bisa tertular dari ibu ke bayi melalui proses hamil, melahirkan dan menyusui.

Akan tetapi, HIV tidan menular melalui bersalaman/bersentuhan, menggunakan toilet yang sama, makanan, berpelukan, dan menggunakan peralatan makan/minum bersama.

Mari cegah HIV/AIDS dengan cara, tidak melakukan perilaku berisiko menularkan HIV sama sekali, selalu setia pada pasangan dan tidak gonta ganti, gunakan kondom pada hubungan seks berisiko, jauhi penggunaan narkoba, dan aktif mencari informasi yang benar. (rls)

News Feed