oleh

Sinergi Sucofindo dan Indonesia Halal Lifestyle Center Untuk Membangun Ekosistem Industri Halal

JAKARTA – “UKM-UKM di Indonesia tidak hanya membituhkan literasi bagaimana memperoleh sertifikasi halal untuk produknya, tetapi mereka juga membutuhkan prereferensi bagaimana produk mereka bisa masuk ke pasar negara-negara OIC” Demikian dikatakan Sapta Nirwandar, Chairman of Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC), dalam acara Penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU) antara Indonesia Halal Lifestyle Center dengan PT. Sucofindo (Persero) yang diwakili oleh Direktur Komersial-1 Herlina Dewi terkait Sinergi Untuk Membangun Ekosistem Industri Halal Menuju Indonesia Sebagai Produsen Terbesar Produk Halal Di Pasar Global Tahun 2024, di Gedung Sucofindo Jakarta (3/3).

Nota Kesepahaman ini bertujuan sebagai dasar melakukan sinergi untuk membangun industri halal dan berperan secara aktif guna menjadikan Indonesia sebagai produsen terbesar produk halal di pasar global pada tahun 2024.

MOU itu sendiri mencakup kerjasama pelatihan 3000 orang penyelia halal yang tersebar di seluruh Indonesia, kerjasama diseminasi standar halal nasional dan internasional, mengadvokasi pelaku industri tentang pentingnya kehalalan rantai pasok dalam industri halal (halal in supply chain management), dan bersama-sama melakukan pendampingan untuk pelaku industri yang ingin terjun ke industri halal.

Baca Juga  KH Afifuddin Patut Mendapat Gelar Doktor Ushul Fikih

Selain itu, Sucofindo dan IHLC juga berencana membangun kawasan ekonomi khusus industri halal dan menjajaki dibukanya dermaga khusus produk-produk halal di pelabuhan-pelabuhan di Indonesia serta membuka pintu kerjasama industri halal bertaraf lokal dan internasional.

Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC) adalah lembaga konsultasi dan pelopor organisasi nirlaba yang concern mengkampanyekan gerakan gaya hidup halal dan bergerak di bidang edukasi serta pengembangan literasi gaya hidup halal di Indonesia. Saat ini IHLC telah melakukan kerjasama sinergis dengan berbagai institusi dan pelaku industri halal dari berbagai negara seperti Uni Emirat Arab, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, Jepang, UK, USA, Canada dan Kazakhstan.

Sedangkan PT. Sucofindo (Persero) adalah Badan Usaha Milik Negara yang menyediakan layanan seperti penyimpanan (warehousing), pergudangan (forwarding), laboratorium analis (analytical laboratories), rekayasa industri dan kelautan (industrial and marine engineering) dan fumigasi serta industrial hygiene dan penyedia laboratorium produk halal.

Baca Juga  Usai puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina) serta rangkaian ibadah lainnya, Jemaah haji yang tergabung dalam gelombang pertama secara berangsur – angsur akan dipulangkan ke tanah air. Kepulangan Jemaah haji gelombang pertama melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah mulai tanggal 4 Juli 2023. Kepala Biro Kesra Drs. H. Zulkifli Syukur yang juga Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Haji Antara (EHA) Riau mengatakan untuk kepulangan Jemaah haji Riau telah mempersiapkan transportasi jemaah dari Hang Nadim Batam menuju Pekanbaru. “Sebagaimana keberangkatan, Pemerintah Provinsi Riau telah mempersiapkan transportasi Jemaah haji mulai dari Hang Nadim Batam sampai ke Embarkasi Haji Antara Riau. Dengan menggunakan pesawat carteran Lion Air, Jemaah haji Riau akan diterbangkan dengan dua kali penerbangan,”ujarnya, Senin (3/7/2023). Lebih lanjut Zulkifli juga mengatakan sesampainya di bandara Sultan Syarif Kasim Pekanbaru Jemaah akan di jemput menggunakan armada bus untuk dibawa ke Asrama Haji Antara. “setibanya di Pekanbaru, Jemaah akan diangkut menggunakan armada bus yang telah disediakan Pemerintah Provinsi Riau. Jemaah akan di bawa ke EHA untuk selanjutnya dilakukan prosesi penerimaan oleh PPIH di Aula kedatangan,"tambahnya, Kemudian, Setelah selesai prosesi penerimaan Jemaah akan menjadi tanggung jawab PPIH daerah untuk kembali ke daerah masing – masing. Meskipun begitu PPIH EHA akan membantu proses kembalinya Jemaah ke daerah masing – masing. Sementara itu,Pelaksana harian (Plh) Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Riau, Muliardi menyambaikan bahwa untuk Jemaah haji kloter 2 asal Kota Pekanbaru akan dipulangkan pertama pada tanggal 5 Juli 2023 dengan maskapai Lion Air. Diperkirakan akan sampai di Asrama Haji Pekanbaru pada pukul 10.55 WIB. Lalu disusul dengan kepulangan jemaah haji kloter 4 (Kabupaten Kampar) pada 6 Juli, kloter 6 (Indragiri Hilir) dan kloter 7 (Kampar) pada 7 Juli, kloter 8 (Rokan Hilir dan Pekanbaru) dan Kloter 9 (Pekanbaru) pada 8 Juli, Kloter 10 (Bengkalis) pada 9 Juli. Kemudian kloter 11 (Pelalawan) pada 10 Juli, kloter 12 (Rokan Hulu) pada 11 Juli, Kloter 13 (Kuantan Singingi dan Dumai) pada 13 Juli, Kloter 14 (Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir) pada 14 Juli, Kloter 15 (Siak dan Kuantan Singingi) pada 15 Juli, Kloter 16 (Indragiri Hilir dan Pekanbaru) pada 16 Juli. “Terakhir, kloter 32 dan 33 asal Pekanbaru, Indragiri Hilir dan Kampar akan dipulangkan ke tanah air pada 3 Agustus 2023,” tutupnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Komersial-1 PT. Sucofindo (Persero) Herlina Dewi mengatakan bahwa terhitung sejak bulan November 2020, Sucofindo telah ditetapkan sebagai Lembaga Pemeriksa halal (LPH) secara resmi dengan nomor keputusan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH)  Nomor 117 Tahun 2020 dengan potensi keberadan laboratorium dan layananannya tersebar di 30 provinsi di Indonesia.

“Sucofindo yang telah resmi ditunjuk oleh pemerintah sebagai Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) memiliki cita-cita untuk menjadi role model bagi berdirinya LPH lainnya. Kolaborasi merupakan kata kunci dalam upaya bersinergi menciptakan ekosistem Industri Halal di Indonesia. Sehingga ke depan, Indonesia juga mampu berperan sebagai negara pengekspor produk halal bagi konsumen halal dunia.” kata Herlina optimis.

Selain itu dalam penjelasannya terkait unit layanan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), Dewi juga mengatakan bahwa ”Amanah yang telah diberikan oleh pemerintah, tentunya harus dijalankan dengan penggunaan system pembayaran dan keuangan Syariah. Sehingga Sucofindo dapat melakukan penerapan prinsip halal yang sebenar-benarnya. Demikian pula halnya dengan tanggung jawab sosial yang dimiliki oleh Sucofindo dalam mengikutsertakan keberadaan UMKM dalam melakukan pelatihan yang terkait dengan sertifikasi halal. Sucofindo juga berperan dalam memberikan kesempatan agar sertifikasi halal ini juga menjangkau keberadaan Usaha Mikro Kecil Menengah.”

Baca Juga  Jepara Bersama Pengadilan Agama Teken MoU Terkait Pelayanan Dokumen Kependudukan Terpadu

Sejalan dengan kondisi tersebut, Sapta Nirwandar juga menambahkan “IHLC telah bekerjasama sinergis dengan berbagai institusi dan pelaku industri halal dari berbagai negara seperti Uni Emirat Arab, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, Jepang, UK, USA, Canada dan Kazakhstan. Sehingga Kerjasama tersebut dapat membuka peluang untuk keberterimaan sertifikat Halal di Indonesia bersesuaian dengan standar yang disepakati penetapannya di tingkat global.” (_)

News Feed