Jakarta – Dewan Pembina Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), H.M. Natsir Zubaidi bersilaturahmi bersama jajaran Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII) di Menara Dakwah DDII Jakarta, Rabu (27/10).
Dalam silaturahmi ini, PB PII diwakili oleh 5 orang pengurus, antara lain Rafani Tuahuns (Ketua Umum), Aziz Fauzul Adzim (Sekretaris Jenderal), Septian Maulid Tiwar (Ketua Departemen Diplomasi Internasional), Azkia Khaeunnida (Ketua Korpus Korps PII Wati) dan Ressa (Divisi Kaderisasi Korpus Korps PII Wati.
Hadir juga praktisi media dan beberapa tokoh, diantaranya Firdaus (Ketua Umum SMSI), Irfan Maulana (Pengurus Pusat Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia), Masyhuri Amin Mukhri (Ketua Umum PB PII 1979-1983), Bunyan Saptomo (Ketua Komisi Luar Negeri MUI/ mantan dubes RI untuk Bulgaria dan Albania), Abdul Wahid Alwi (Wakil Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia) dan Noorchamid A Kahar.
Dalam kesempatan silaturahmi sambil diskusi santai ini, pak Natsir Zubaidi mengajak hadirin untuk selalu menjaga dan memperkuat teamwork dan network guna membangun kembali kekuatan dunia Islam. Beliau juga menyampaikan betapa pentingnya bersikap bijaksana dalam menanggapi setiap pemberitaan media, khususnya berita yang menyangkut agama.
Baca Juga Usai puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina) serta rangkaian ibadah lainnya, Jemaah haji yang tergabung dalam gelombang pertama secara berangsur – angsur akan dipulangkan ke tanah air. Kepulangan Jemaah haji gelombang pertama melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah mulai tanggal 4 Juli 2023. Kepala Biro Kesra Drs. H. Zulkifli Syukur yang juga Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Haji Antara (EHA) Riau mengatakan untuk kepulangan Jemaah haji Riau telah mempersiapkan transportasi jemaah dari Hang Nadim Batam menuju Pekanbaru. “Sebagaimana keberangkatan, Pemerintah Provinsi Riau telah mempersiapkan transportasi Jemaah haji mulai dari Hang Nadim Batam sampai ke Embarkasi Haji Antara Riau. Dengan menggunakan pesawat carteran Lion Air, Jemaah haji Riau akan diterbangkan dengan dua kali penerbangan,”ujarnya, Senin (3/7/2023). Lebih lanjut Zulkifli juga mengatakan sesampainya di bandara Sultan Syarif Kasim Pekanbaru Jemaah akan di jemput menggunakan armada bus untuk dibawa ke Asrama Haji Antara. “setibanya di Pekanbaru, Jemaah akan diangkut menggunakan armada bus yang telah disediakan Pemerintah Provinsi Riau. Jemaah akan di bawa ke EHA untuk selanjutnya dilakukan prosesi penerimaan oleh PPIH di Aula kedatangan,"tambahnya, Kemudian, Setelah selesai prosesi penerimaan Jemaah akan menjadi tanggung jawab PPIH daerah untuk kembali ke daerah masing – masing. Meskipun begitu PPIH EHA akan membantu proses kembalinya Jemaah ke daerah masing – masing. Sementara itu,Pelaksana harian (Plh) Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Riau, Muliardi menyambaikan bahwa untuk Jemaah haji kloter 2 asal Kota Pekanbaru akan dipulangkan pertama pada tanggal 5 Juli 2023 dengan maskapai Lion Air. Diperkirakan akan sampai di Asrama Haji Pekanbaru pada pukul 10.55 WIB. Lalu disusul dengan kepulangan jemaah haji kloter 4 (Kabupaten Kampar) pada 6 Juli, kloter 6 (Indragiri Hilir) dan kloter 7 (Kampar) pada 7 Juli, kloter 8 (Rokan Hilir dan Pekanbaru) dan Kloter 9 (Pekanbaru) pada 8 Juli, Kloter 10 (Bengkalis) pada 9 Juli. Kemudian kloter 11 (Pelalawan) pada 10 Juli, kloter 12 (Rokan Hulu) pada 11 Juli, Kloter 13 (Kuantan Singingi dan Dumai) pada 13 Juli, Kloter 14 (Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir) pada 14 Juli, Kloter 15 (Siak dan Kuantan Singingi) pada 15 Juli, Kloter 16 (Indragiri Hilir dan Pekanbaru) pada 16 Juli. “Terakhir, kloter 32 dan 33 asal Pekanbaru, Indragiri Hilir dan Kampar akan dipulangkan ke tanah air pada 3 Agustus 2023,” tutupnya.
“Kita umat islam saat ini masih menjadi konsumen berita, jadi banyak sekali kita sudah mengkonsumsi berita, kini sudah saatnya umat islam menjadi produsen demi terciptanya Islam wasathiyah di Indonesia” jelas pak Natsir Zubaidi.
Di akhir diskusi, pak Natsir Zubaidi mengenang jasa Muhammad Natsir dalam mempersatukan bangsa Indonesia menjadi Negara Republik Indonesia melalui mosi integralnya, kemudian beliau berpesan untuk tetap menjaga dan memperjuangkan apa yg sudah dititipkan M. Natsir kepada kita.
Sebelum pulang, pak Natsir Zubaidi memberi oleh-oleh beberapa buku yang beliau tulis sendiri dan juga buku karya M. Natsir kepada Ketua Umum PB PII. (*/red)