Jakarta – Sebagai upaya memperkokoh perusahaan serta adaptasi dalam menyikapi pandemi COVID-19, DAMRI mendukung upaya Pemerintah untuk mengurangi penggunaan transaksi uang tunai. Hal tersebut seiring dengan era cashless society yang tidak terelakkan.
Masyarakat kian menyesuaikan diri dengan tantangan digitalisasi beragam lini kehidupan, termasuk dalam hal pembayaran tiket transportasi. Tidak hanya dinilai lebih nyaman dan mudah, transaksi digital pun dipilih karena menawarkan keamanan, khususnya di era pandemi untuk meminimalisir penyebaran virus melalui penggunaan uang kertas yang memerlukan kontak langsung dengan individu lain.
Baca Juga Usai puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina) serta rangkaian ibadah lainnya, Jemaah haji yang tergabung dalam gelombang pertama secara berangsur – angsur akan dipulangkan ke tanah air. Kepulangan Jemaah haji gelombang pertama melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah mulai tanggal 4 Juli 2023. Kepala Biro Kesra Drs. H. Zulkifli Syukur yang juga Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Haji Antara (EHA) Riau mengatakan untuk kepulangan Jemaah haji Riau telah mempersiapkan transportasi jemaah dari Hang Nadim Batam menuju Pekanbaru. “Sebagaimana keberangkatan, Pemerintah Provinsi Riau telah mempersiapkan transportasi Jemaah haji mulai dari Hang Nadim Batam sampai ke Embarkasi Haji Antara Riau. Dengan menggunakan pesawat carteran Lion Air, Jemaah haji Riau akan diterbangkan dengan dua kali penerbangan,”ujarnya, Senin (3/7/2023). Lebih lanjut Zulkifli juga mengatakan sesampainya di bandara Sultan Syarif Kasim Pekanbaru Jemaah akan di jemput menggunakan armada bus untuk dibawa ke Asrama Haji Antara. “setibanya di Pekanbaru, Jemaah akan diangkut menggunakan armada bus yang telah disediakan Pemerintah Provinsi Riau. Jemaah akan di bawa ke EHA untuk selanjutnya dilakukan prosesi penerimaan oleh PPIH di Aula kedatangan,"tambahnya, Kemudian, Setelah selesai prosesi penerimaan Jemaah akan menjadi tanggung jawab PPIH daerah untuk kembali ke daerah masing – masing. Meskipun begitu PPIH EHA akan membantu proses kembalinya Jemaah ke daerah masing – masing. Sementara itu,Pelaksana harian (Plh) Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Riau, Muliardi menyambaikan bahwa untuk Jemaah haji kloter 2 asal Kota Pekanbaru akan dipulangkan pertama pada tanggal 5 Juli 2023 dengan maskapai Lion Air. Diperkirakan akan sampai di Asrama Haji Pekanbaru pada pukul 10.55 WIB. Lalu disusul dengan kepulangan jemaah haji kloter 4 (Kabupaten Kampar) pada 6 Juli, kloter 6 (Indragiri Hilir) dan kloter 7 (Kampar) pada 7 Juli, kloter 8 (Rokan Hilir dan Pekanbaru) dan Kloter 9 (Pekanbaru) pada 8 Juli, Kloter 10 (Bengkalis) pada 9 Juli. Kemudian kloter 11 (Pelalawan) pada 10 Juli, kloter 12 (Rokan Hulu) pada 11 Juli, Kloter 13 (Kuantan Singingi dan Dumai) pada 13 Juli, Kloter 14 (Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir) pada 14 Juli, Kloter 15 (Siak dan Kuantan Singingi) pada 15 Juli, Kloter 16 (Indragiri Hilir dan Pekanbaru) pada 16 Juli. “Terakhir, kloter 32 dan 33 asal Pekanbaru, Indragiri Hilir dan Kampar akan dipulangkan ke tanah air pada 3 Agustus 2023,” tutupnya.
Layanan cashless yang diterapkan DAMRI adalah dengan pembayaran tiket bus yang bisa melalui berbagai platform digital seperti DANA, OVO, ShopeePay, LinkAja, Traveloka, RedBus, GoPay, Mandiri, Visa, dan Mastercard serta gerai Indomaret di seluruh Indonesia. Khusus untuk pembayaran melalui LinkAja, pelanggan DAMRI mendapatkan paket promosi dengan cashback sebesar Rp. 20.000 yang berlaku hingga akhir April 2021.
Selain untuk memudahkan pelanggan, keuntungan lain dari sistem cashless ini adalah membuat setiap transaksi dapat tercatat dengan baik sehingga menekan risiko kekeliruan dalam sistem pembukuan. Juga dengan menggunakan pembayaran non tunai, pelanggan secara tidak langsung turut terlibat dalam meningkatkan pendapatan negara melalui pajak.
Dalam menjalankan aktivitas operasional, DAMRI selalu mematuhi protokol kesehatan, seperti melakukan desinfeksi seluruh armada sebelum dan sesudah beroperasi. Penerapan physical distancing untuk pelanggan dan petugas, penyediaan sabun cuci tangan atau hand sanitizer, dan pengukuran suhu tubuh pelanggan (<37,3 derajat celcius).
Manajemen DAMRI terus mengampanyekan gerakan 3M, yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak saat memasuki area Pool DAMRI atau armada bus kepada seluruh pelanggan maupun pegawai. Seluruh protokol tersebut dilakukan untuk menjadikan bus DAMRI sebagai angkutan massal yang aman, nyaman, dan tetap bisa menjaga kesehatan para pelanggan dan pegawai dengan memberlakukan standar ketat dalam memberikan pelayanan terbaik yang mengutamakan prinsip 5K, yaitu Ketepatan, Keselamatan, Keamanan, Kenyamanan, dan Kesehatan. (*/cr1)
Sumber: bumn.go.id